Thursday, May 26, 2011

Ada apa sih di Laboratorium Internet Dasar??

Internet, kita mungkin sudah mengerti betul mengenai internet, mungkin tanpa dijelaskan pun kita sudah mengerti cara menggunakan internet karena itu adalah hal yang biasa sekarang, namun sesungguhnya banyak hal mengenai internet yang kita belum ketahui, dan hal ini kita bisa dapatkan pada praktikum laboraturium dasar internet Gunadarma, kita mempelajari tentang dasar-dasar internet yang pada umumnya kita ketahui, namun ada juga hal baru yang bisa kita pelajari. Di laboratorium internet dasar kita di ajarkan benar-benar pengetahuan awal yang sudah kita ketahui maupun belum. dan terkadang diselingi dengan tanya jawab tentang pengetahuan internet setelah materi di ajarkan kepada mahasiswa sehingga kita dapat menambah pengetahuan dalam materi internet, menurut saya itu semua sangat bagus untuk dilakukan agar tidak jenuh dengan materi yang ada, membuat selingan dengan hal-hal yang bermanfaat.

Penilaian untuk Lab Internet dasar
Menurut saya, mungkin materinya lebih diperbaruhi lagi sehingga mahasiswa tidak jenuh, dengan perkembangan teknologi maka materi juga harus diperbaharui. Karena Gunadarma adalah universitas yang berbasis teknik informatika, jadi harus tetap menjaga kualitas bukan hanya kuantitasnya saja, dari segi komputer pun sangat kurang bagus, terlihat sekali bahwa perhatian kampus pada lab ini sangatlah kurang terlihat dari komputer yang sudah sangat amat jelek dan beberapa yang rusak. Menurut saya lab ini seperti dianak tirikan jika dibandingkan dengan laboratorium lain yang terlihat lebih mewah. Dan jumlah komputer pun tidak sepadan dengan jumlah siswa yang banyak, hal ini membuat satu komputer digunakan oleh lebih dari satu siswa, sehingga mahasiwa tidak bisa mencerna dengan baik karena keterbatasan komputer ini. Lalu ruangan yang digunakan pun terlihat sangat sempit, mungkin perlu diperluas lagi supaya lebih nyaman. Disini juga jaringan internet sangat lemah sehingga kita sebagai pengguna laboraturium internet ini sangat terganggu dengan lamanya search di internet dan lebih parahnya lagi ada beberapa komputer yang tidak bisa melakukan koneksi internet yang membuat sebagian mahasiswa hanya diam tanpa adanya kegiatan parktek apapun.
Tetapi saya merasa cukup mendapat pengetahuan dengan terbatasnya alat-alat yang disediakan oleh pihak kampus, dengan pengetahuan yang diberikan oleh para tutor, sangat membantu saya dalam praktek internet dasar ini. Laboraturium internet ini hanya mengasah kemampuan kita, sehingga dapat dicerna dengan baik tanpa mengalami kesulitan jika mengalami kesulitan maka tutor akan membantu kita pada saat kita mengalami kesulitan dan pasti kita akan dibantu jika kita bertanya bila tidak tahu tentang materi yang disampaikan. Tutor sangat interaktif dalam mengajar dan tidak ada kebosanan pada saat tutor menyampaikan materinya sehingga kita sebagai mahasiswa menikmati saat dijelaskan, dengan diberi nilai maka kita sebagai mahasiswa ingin menjawab dengan diberikan nilai pada saat kita menjawab pertanyaan yang diberikan kepada tutornya sehingga keadaan dikelas sangat kompeten kita semua bersaing menjawab untuk mendapatkan nilai yang baik untuk mencapai hasil yang baik pula.Pertanyaan yang ditanyakan banyak sehingga hampir semua mendapatkan nilai tambahan untuk materi internet dasar ini, menururt saya metode pengajaran bagus, ketika diajarkan saya mengerti apa yang dijelaskan oleh tutornya sehingga saya dapat mencerna ilmunya dengan baik dan menambah ilmu saya yang dapat saya gunakan.
Sebenarnya tutor sudah bagus menyampaiakan materi hanya saja, saya ingin menambahkan agar tutornya ditambahkan sehingga bagi yang tidak mengerti langsung dihampiri dan dijelaskan agar bisa langsung dipraktekan, karena setiap mahasiswa memiliki cara tangkap yang berbeda.

Labolatorium internet dasar juga mempunyai blog yang dapat dijadikan forum ataupun penyampaian informasi penting yang berhubungan dengan praktikum di labolatorium internet dasar. Dari segi materi, blog ini cukup memberikan banyak informasi, mungkin perlu lebih dipercantik tampilannya agar bisa menambah atensi para praktikan.
Namun secara keseluruhan labolatorium internet dasar cukup menyenangkan dan menumbang banyak informasi kepada para praktikannya. Apalagi sebagai mahasiswa pada era globalisasi sekarang, kita diharuskan mengenal lebih jauh tentang teknologi internet, karena memang internet memberikan banyak manfaat bagi kita pelajar, baik dalam urusan akademis maupun non akademis
Tulisan diatas hanya ulasan dari sudut pandang saya sebagai penulis blog, bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung, saya pribadi mohon maaf. Semoga post saya ini bermanfaat.

Thursday, April 28, 2011

Aneka Ragam Budaya Betawi

Asal mula ragam budaya betawi

Sejak dulu memang sudah banyak perdebatan mengenai asal mula beragam budaya yang kini ada di Betawi. Paralel dengan perdebatan sejak kapan kaum Betawi eksis. Pakar masalah Betawi seperti Ridwan Saidi mengungkapkan bahwa orang Betawi sudah ada sejak jaman Neolitikum. Sementara Lance Castle, sejarawan Belanda, mengatakan bahwa yang disebut kaum Betawi baru muncul pada tahun 1930, saat sensus penduduk dilakukan. Pada sensus penduduk sebelumnya, kaum Betawi tidak disebutkan. Kala itu sensus memang dilakukan berdasarkan etnis atau asal keturunan.

Namun terlepas dari itu, memang kemunculan kaum Betawi baru terdengar secara nasional pada saat Muhamad Husni Thamrin mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi.

Sebelumnya etnis Betawi hanya menyebut diri mereka berdasarkan lokalitas saja, seperti Orang Kemayoran, Orang Depok, Orang Condet, Orang RawaBelong dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan munculnya ragam budaya di Betawi ? Mengenai hal ini, tak dapat dipungkiri bahwa mulai terjadi saat Sunda Kelapa Menjadi Pelabuhan Internasional yang ramai dikunjungi kapal-kapal asing pada abad 12. Kemudian pada abad 14 sampai 15, Sunda kelapa dikuasai Portugis. Mereka juga banyak memberi pengaruh kebudayaan yang kuat kala itu.

Padat tahun 1526, Pangeran Fatahillah menyerbu Sunda Kelapa dan menamakan daerah kekuasaannya dengan nama Jayakarta . Sejak dikuasai Fatahillah, kota Jayakarta banyak dihuni oleh orang Banten, Demak dan Cirebon.

Lalu saat Jan Pieterzoon Coen menguasai Jayakarta dan mendirikan Batavia, dimulailah mendatangkan etnis Tionghoa yang terkenal rajin dan ulet bekerja untuk membangun ekonomi Batavia. Coen juga mendatangkan banyak budak dari Asia Selatan dan Bali.

Perlahan tapi pasti kebudayaan di Batavia kala itu semakin semarak saja, karena setiap etnis biasanya juga membawa dan mempengaruhi kebudayaan setempat.

Ditambah lagi umumnya para budak atau etnis tertentu yang didatangkan ke Batavia adalah pria. Sehingga disini mereka kemudian kawin dengan wanita setempat dan beranak pinak.

Disaat bersamaan pula para pedagang dari Arab dan India juga terus berdatangan, oleh Belanda mereka di tempatkan di Pekojan. Semakin hari semakin banyaklah pendatang dari India dan Arab, akhirnya mereka pindah ke Condet, Jatinegara, dan Tanah Abang. Tak heran masih banyak warga keturunan Arab di daerah-daerah tersebut.

Sementara para anak keturunan bangsa Portugis ditempatkan di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara.

Dengan semakin beragamnya etnis di Betawai, maka setiap etnis biasanya mempengaruhi setiap perayaan etnis Betawi. Seperti budaya penyalaan petasan, Lenong, Cokek, hingga pakaian pernikahan adat Betawi yang didominasi warna merah, itu semua dipengaruhi kuat oleh budaya Tionghoa.

Kemudian etnis Arab sangat mempengaruhi musik gambus dalam warna musik marawis dan Tanjidor. Tanjidor sendiri adalah perpaduan budaya Eropa, Cina, Melayu dan Arab. Sementara di kampung Tugu terkenal dengan budaya keroncong yang bersal dari Portugis.

Tari Betawi


Rumah Betawi


Ondel-ondel


Festival Betawi

Komentar : Betawi merupakan salah satu etnik budaya yang berkembang di Indonesia, etnik ini sangatlah unik, masyarakat betawi banyak yang bermukim di Jakarta, mereka sangat menjaga kelestarian budaya-budayanya. dan memiliki ciri khas sendiri seperti suku lain.


credit : http://www.kabarinews.com

Aneka Rumah Adat di Indonesia

Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.berikut ini adalah aneka rumah adat di Indonesia :

Rumah Adat Honai (papua)



Honai adalah rumah khas Papua. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).

Rumah Honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak. Rumah Honai pada umumnya terbagi menjadi dua tingkat. Lantai dasar dan lantai satu dihubungkan dengan tangga dari bambu. Para pria tidur pada lantai dasar secara melingkar, sementara para wanita tidur di lantai satu.

Rumah Gadang (Suku Minangkabau)


Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjung.

Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun demikian tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari saja Rumah Gadang ini boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau.

Fungsi

Rumah Gadang sebagai tempat tinggal bersama, mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri. Jumlah kamar bergantung kepada jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya. Setiap perempuan dalam kaum tersebut yang telah bersuami memperoleh sebuah kamar. Sementara perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama di ujung yang lain.

Seluruh bagian dalam Rumah Gadang merupakan ruangan lepas kecuali kamar tidur. Bagian dalam terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang itu berbanjar dari muka ke belakang dan dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke belakang menandai lanjar, sedangkan tiang dari kiri ke kanan menandai ruang. Jumlah lanjar bergantung pada besar rumah, bisa dua, tiga dan empat. Ruangnya terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas.

Rumah Gadang biasanya dibangun diatas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku/kaum tersebut secara turun temurun dan hanya dimiliki dan diwarisi dari dan kepada perempuan pada kaum tersebut. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi. Rumah Gadang pada sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya terdapat ruang anjung (Bahasa Minang: anjuang) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat, karena itu rumah Gadang dinamakan pula sebagai rumah Baanjuang. Anjung pada kelarasan Bodi-Chaniago tidak memakai tongkat penyangga di bawahnya, sedangkan pada kelarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua golongan ini yang berbeda, salah satu golongan menganut prinsip pemerintahan yang hirarki menggunakan anjung yang memakai tongkat penyangga, pada golongan lainnya anjuang seolah-olah mengapung di udara. Tidak jauh dari komplek Rumah Gadang tersebut biasanya juga dibangun sebuah surau kaum yang berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat pendidikan dan juga sekaligus menjadi tempat tinggal lelaki dewasa kaum tersebut yang belum menikah.

Rumah Joglo (Jawa)


Joglo adalah rumah adat masyarakat Jawa. Terdiri dari 2 bagian utama yakni Pendapa dan dalam. Bagaian pendapa adalah bagian depan Joglo yang mempunyai ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasanya digunakan untuk menerima tamu atau ruang bermain anak dan tempat bersantai keluarga. Bagian dalam adalah bagian dalam rumah yang berupa ruangan kamar,ruang kamar dan ruangan lainnya yang bersifat lebih privasi. Ciri-ciri bangunan adalah pada bagian atap pendapanya yang menjulang tinggi seperti gunung.

Jenis Variasi Bangunan Joglo

1. Joglo limasan lawakan atau “joglo lawakan”.
2. Joglo Sinom
3. Joglo Jompongan
4. Joglo Pangrawit
5. Joglo Mangkurat
6. Joglo Hageng
7. Joglo Semar Tinandhu

Rumah Betang (Kalbar dan Kalteng)


Rumah Betang (sebutan untuk rumah adat di provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah), merupakan rumah yang dihuni oleh masyarakat Dayak.

Rumah betang mempunyai ciri-ciri yaitu; bentuk Panggung, memanjang. pada suku Dayak tertentu, pembuatan rumah panjang bagian hulunya haruslah searah dengan matahari terbit dan sebelah hilirnya kearah matahari terbenam, sebagai simbol kerja-keras untuk bertahan hidup mulai dari matahari tumbuh dan pulang ke rumah di matahari padam.

Di Kalimantan Barat mulai dari Kota Pontianak dapat kita jumpai rumah adat Dayak. Salah satunya berada di jalan Letjen Sutoyo. Walaupun hanya sebuah Imitasi, tetapi rumah Betang ini, cukup aktif dalam menampung aktivitas kaum muda dan sanggar seni Dayak. kemudian jika kita ke Arah Kabupaten landak, maka kita akan menjumpai sebuah Rumah Betang Dayak di Kampung Sahapm Kec. Pahauman. Kemudian jika kita ke Kabupaten Sanggau, maka kita dapat melihat Rumah Betang di kampung Kopar Kecamatan Parindu, Kemudian selanjutnya jika kita ke kabupaten Sekadau, maka kita dapat melihat rumah betang di Kampung Sungai Antu Hulu, Kecamatan Belitang Hulu, Kemudian di kabupaten Sintang kita Dapat melihat rumah Betang di Desa Ensaid panjang, Kecamatan Kelam, Kemudian Di Kapuas Hulu, Kita juga dapat melihat Masih banyak rumah-rumah betang Dayak yang masih lestari

Komentar : Indonesia memiliki beragam suku budaya, dan setiap suku memiliki rumah adat masing-masing, di Indonesia banyak memiliki rumah adat, dengan bentuk menarik dan memiliki fungsi spesial sesuai suku tersebut.

credit : http://id.wikipedia.org/wiki

Aneka Kebudayaan Jepang

Budaya Jepang

Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini :


Matsuri


Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.

Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.

Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.

Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.

Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur

Sejarah

Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.

Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.

Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.

Shibuya Matsuri

Tiga matsuri terbesar

* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)

Matsuri yang terkenal sejak dulu

Daerah Tohoku

* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)

Daerah Kanto

* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)

Daerah Chubu

* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).
* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)

Daerah Kinki

* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)

Daerah Chugoku dan Shikoku

* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)

Daerah Kyushu

* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)

Origami


Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun.

Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.

Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.

Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.

Washi (和紙, Washi?) atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Washi dianggap mempunyai tekstur yang indah, tipis tapi kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis kertas lain.

Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti Origami, Shodō dan Ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong.

Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh.




Sudoku

Sudoku (数独, sūdoku?), juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.

Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.

Nama "Sudoku" adalah singkatan bahasa Jepang dari "Suuji wa dokushin ni kagiru" (数字は独身に限る, "Suuji wa dokushin ni kagiru"?), artinya "angka-angkanya harus tetap tunggal".

Sudoku board

Komentar : Jepang sering disebut-sebut sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan menarik, yang paling terkenal adalah seni melipat kertas atau origami, seni ini sangat terkenal, selain itu banyak kebudayaan lain yang menarik yang ada di Jepang.

credit: http://forum.detik.com/aneka-ragam-budaya-jepang-bunka-matsuri-ongaku-eiga-iro-iro-t29565.html

Budaya Suku Aborigin

Latar Belakang

Kelompok Aborigin sudah menduduki Australia selama lebih dari empat puluh ribu tahun. Mereka berasal dari Asia Tenggara, memasuki benua Australia dari utara. Pada waktu itu, Australia bersatu dengan pulau Irian. Memang, ada banyak kesamaan antara kebudayaan kuno Asia Tenggara dan kebudayaan Aborigin.

Karena kelompok Aborigin terpencil dari kebudayaan yang berkembang di negeri lain, mereka harus mencari solusi untuk beradaptasi dengan lingkungan Australia yang unik dan keras . Oleh karena itu, kebudayaan Aborigin sangat dipengaruhi dengan lingkungan alam Australia, yaitu, pemandangan alam, binatang, dan sebagainya. Karena luasnya Australia, menyebabkan kelompok-kelompok Aborigin tersebar, dan menciptakan banyak suku yang berbeda-beda. Lagi pula, pada waktu orang Eropa datang di Australia, tidak ada suku Aborigin yang homogen. Suku-suku Aborigin sudah berbeda dalam aspek organisasi sosial, kebudayaan, dan bahasanya. Misalnya, di Australia tengah, ada lebih dari seratus bahasa, dan beragam dialek.

Tarian, musik, sistem keluarga, lukisan dan upacara-upacara semua berbeda dari satu suku dengan suku lain. Walaupun begitu, perbedaan ini tidak penting karena ada kesamaan pokok, dan suku-suku Aborigin sering berkerja sama untuk upacara-upacara, perdagangan dan pernikahan. Dongeng-dongeng, lagu-lagu, sejarah lisan dan unsur kebudayaan lain juga tersebarkan jauh. Masa kini, variasi wilayah tetap ada: tidak hanya ada satu suku Aborigin, maka setiap suku Aborigin sering menekankan perbedaan dan identitasnya.

Tarian suka Aborigin


Kesenian dan ‘Dreamtime’

Satu kepercayaan bagi semua orang Aborigin adalah ‘Dreamtine’ (masa mimpi) atau ‘Dreaming’. Dreamtime ini adalah terjemahan konsep Aborigin yang kira-kira betul, karena tidak ada kata tepat dalam bahasa Inggris, atau bahasa lain. Setiap suku Aborigin ada kata sendiri untuk konsep Dreamtime, misalnya Tjukurpa untuk orang Pitjantjatjara, Aldjerinya untuk orang Arrente, dan Nguthuna untuk orang Adnyamathanha .

Kata Dreaming tersebut diterima secara umum oleh orang Aborigin, karena sering ada wahyu atau petunjuk baik diberikan lewat mimpi. Dreaming bermaksud semua hal yang diketahui dan dimengerti . Konsep ini adalah cara yang dipakai orang Aborigin untuk menjelaskan hidupnya, dan bagaimana dunia dilahirkan. Memang Dreaming adalah pusat untuk kehidupan, kebudayaan dan kesenian orang Aborigin karena konsep itu menentukan kepercayaan, dan hubungannya dengan semua ciri-ciri dunia.

Dreaming sering dijelaskan sebagai suatu masa, tetapi konsep waktu Eropa sebagai unit masa dulu kurang tepat untuk Dreaming. Dreaming bukan masa dahulu, tetapi sesuatu yang terus-menerus, dari mana orang berasal, di mana orang dibarukan, dan ke mana orang dikembalikan. Oleh karena itu, kesenian adalah suatu cara yang digunakan orang Aborigin untuk berkomunikasi dan memelihara kesatuan dengan Dreaming. Ketika orang mempertunjukkan sifat-sifat nenekmoyang Dreamingnya melalui tarian, musik dan lukisan serta ketika mereka memelihara tempat suci, jiwa nenekmoyangnya diperbarui dan dihormati.


Suku Aborigin

Boomerang : senjata asli suku aborigin

Komentar : Suku aborigin merupakan suku yang masih menjaga kelestarian budaya yang mereka anut, aborigin merupakan salah satu suku yang unik yang terkenal, yang ada di benua Australia. suku ini terlihat masih primitif.

credit : http://www.aboriginalart.com.au/

Wednesday, April 27, 2011

Tarian Istana Korea

penjelasan

Tarian istana Korea adalah tarian Korea yang dipentaskan di istana. Tarian ini ditampilkan oleh para penari profesional untuk tujuan kesenangan dan memiliki karakter yang berbeda dari tarian festival istana atau tarian rakyat yang mengikutsertakan orang-orang untuk menari bersama. Berdasarkan lukisan di makam dinding Goguryeo, dipercaya tarian istana Korea telah ada sejak zaman Tiga Kerajaan.

Tari istana dinamakan juga Jeongjae yang dapat bermakna "dedikasi kepada raja", "membayar upeti", atau "mempertunjukkan bakat" dimana sang penari memperlihatkan kesenian dan bakatnya kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi. Jeongjae mencakup makna yang luas, tidak hanya lagu dan tari, namun juga akrobat, berjalan di atas tali, dan berbagai aksi pertunjukkan lain yang dipentaskan di pesta-pesta istana.

Istilah Jeongjae diciptakan dan digunakan secara luas semenjak zaman Dinasti Joseon dan dapat dijumpai pada perayaan-perayaan nasional, pesta istana, hiburan untuk utusan asing, anggota keluarga kerajaan atau bangsawan. Hal-hal yang terkandung di dalamnya termasuk puji-pujian terhadap kerajaan, harapan akan panjang umur, kesehatan dan jasa-jasa raja, serta kedamaian dan kemakmuran negeri. Negara mengelola semua hal yang berkaitan dengan pementasan Jeongjae seperti melatih dan mengatur para penari yang terdiri atas gisaeng berbakat, anak laki-laki dan musisi dan juga menciptakan dan menghimpun pertunjukkan Jeongjae baru.

Proses penciptaan sebuah tarian istana dimulai dengan menulis lirik dan memilih nama tarian, lalu menambahkan komposisi musik dan gerakan tarian. Keunikan tari istana Korea adalah gerakannya dinarasikan dari cerita yang tertuang dalam lirik lagu dari awal sampai akhir pertunjukkan. Lagu-lagu tersebut digolongkan menjadi nama-nama berbeda bergantung kepada siapa yang menyanyikan dan kapan dinyanyikan. Lagu yang dinyanyikan oleh penari dinamakan changsa yang berbunyi ungkapan atau kalimat naratif. Tari istana Korea lebih bergantung kepada lagu dibanding gerakan untuk mengekspresikan cerita, sehingga gerakan-gerakan tari tidak berhubungan erat dengan cerita.

Para penari istana mengenakan selendang lengan panjang yang dinamakan hansam dan saat menyanyikan changsa, mereka menyembunyikan mulut mereka di belakang hansam tersebut. Kecantikan tari istana ini tidak hanya dipandang dari gerakannya, namun keseluruhan pementasan dimaksudkan untuk menyenangkan hati penonton. Di suatu pementasan Jeongjae, raja dan ratu duduk di bagian depan, para pejabat kerajaan atau tamu duduk masing-masing di depan mejanya dan pemusik di arah selatan dan para penari berada di tengah-tengah. Saat para penonton saling bercengkrama dan menikmati minuman, para penari mulai menari dengan perlahan dan mengayunkan selendang untuk menciptakan gerakan yang indah, terutama saat tiap gelas minuman dituangkan.

Sebagian besar tarian istana ditarikan secara berkelompok dan mereka menggunakan perlengkapan-perlengkapan yang berhubungan dengan tema tarian. Kostum dan perhiasan di kepala dibuat semenarik mungkin dan perlengkapan dalam tarian dibuat tampak nyata, besar dan meriah.

Perasaan dan emosi pribadi tidak diekspresikan dalam pertunjukkan tari istana. Musik pengiring berjalan lambat dan gerakan yang mengikutinya juga harus elegan dan lembut seakan-akan para penari benar-benar menghidupkan kenyataan. Hal ini menunjukkan keanggunan tarian ini diungkapkan lewat gerakan gemulai dan garis lekuk tubuh penari. Gerakan tari istana Korea benar-benar lambat dan hati-hati sehingga ada saat-saat yang dinamakan "dinamisme diam", atau dengan kata lain diam yang tampak bergerak dan gerakan yang tampak diam.


Gainjeonmokdan, salah satu tarian istana Korea.

Komentar : Kebudayaan Korea ini sangat beraneka ragam, seperti halnya indonesia, Korea selatan sendiri memiliki tarian tradisional, salah satunya adalah tarian istana, tarian ini biasa dilakukan secara berkelompok.


credit : http://id.wikipedia.org/wiki/Tarian_istana_Korea